Kucing Penyelamat

Ceritanya saya ini termasuk cat-lover berat. Dan ketika pertama kali menginjak negeri 4 musim dengan kampungannya suka histerik setiap melihat kucing berbulu lebat yang bermata biru. Makhluk lucu itu biasa dipelihara dengan baik. Jarang yang liar. Nama mereka juga keren-keren : Jacques, Rouge, Yves. Mungkin sama kali ya di sini ada si Belang, Meong, Item, Pus, dsb.

Kendalanya cuma satu.

Mereka susah saya dekati. Dengan memakai bahasa apapun! Jinak mer kucing banget! Bikin gemas.

Tapi mereka pernah berjasa menyelamatkan saya dari siksaan batin, lho.

Suatu saat saya dan teman (mahasiswi asing) dijamu oleh seorang madame baik hati yang hidup sendiri bersama kucing-kucing. Kami senang tentu saja. Tapi rasa riang berubah jadi panik ketika hidangan pembukanya adalah moules. Yaitu kerang mentah, saudara-saudara! Dan yes, benar-benar segarrr termasuk bau sedikit amisnyaMuka kami langsung sehijau kerang dihadapan. Kami tidak tega menolak kebaikan nyonya rumah. Di sisi lain, ketika memaksakan diri menelan kerang mentah berlendir itu, rasanya lebih siap berhadapan dengan 1 batalion pasukan legiun asing! Dasar lidah Indonesia…

Tiba-tiba kucing-kucing madame lewat didepan mata. Kucing yang suka kaburan itu langsung kami suit-suit ketika madame permisi ke dapur. Dan terjadilah aksi diplomatik bawah tanah, eh, meja. Kerang-kerang itu berpindah ke perut si mpus yang girang.

Ketika hidangan ke 2 dibuka kami menarik nafas lega….akhirnya makanan matang. Pff..Baru si kucing kami syuh-syuh..demi menghilangkan jejak. Benar-benar tidak sopan, mungkin begitu pikir si kucing.

Sebutlah namanya si Blanc, dia ini adalah kucing ibu kost Perancis saya. Jarang ada di rumah. Berkeliaran terus. Tapi kalau malam melipir pulang mencari kehangatan di samping pemanas. Setelah mencoba berbagai cara akhirnya saya berhasil merebut hati Blanc untuk di elus-elus dan diajak foto-foto. Senangnya. Bulunya benar-benar banyak dan tebal. Khas kucing negara 4 musim.

Kucing memang penghibur hati yang menyenangkan. Disini para mesdames yang beranjak tua dan mulai hidup sendiri umumnya memelihara mereka, sementara anak2 mereka yang telah menginjak usia 18 tahun, atau berkeluarga, keluar dari rumah dan hanya sesekali pulang.

Mereka merawat kucing, memberi makan mereka, dan mengajak anjing jalan2 di sore hari….seperti anak-anak sendiri.  Untuk anjing, bahkan harga makanan mereka tidak jarang lebih mahal daripada menu makan saya sehari! Padahal para anjing terawat itu juga hobi sekali buang hajat sembarangan. Bayangkan. Menikmati kota di Perancis yang cantik, tapi waspada pulang-pulang harus cuci sepatu karena banyak “ranjau darat”nya…

Apakah kamu punya pengalaman menarik dengan kucing?

Gambar fitur : Anja dari Pixabay


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s